| Daftar






BKKBN Lakukan SDKI untuk Hasilkan Remaja Berkualitas (rri.co.id)

Administrator SDKI   2018-10-03 19:18:28


Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kesehatan untuk melakukan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017.
Plt Kepala BKKBN Sigit Priohutomo  menjelaskan bahwa survei tersebut mencakup dari beberapa masyarakat yang dirancang khusus untuk mendapatkan informasi mengenai perilaku kelahiran, keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, kematian ibu dan anak serta pengetahuan tentang HIV/AIDS dan penyakit infeksi menular seksual.
Pelaksanaan survei mencakup pencacahan terhadap Rumah Tangga (RT) dan dengan 3 daftar pertanyaan individu yang terdiri dari Wanita Usia Subur (WUS) umur 15-49 tahun, Pria Kawin (PK) umur 15-54 tahun, dan Remaja Pria (RP) umur 15-24 tahun, jelas Sigit dalam keterangan yang diterima rri.co.id, Rabu (22/8/2018).
BKKBN juga telah melaksanakan berbagai kegiatan bagi para remaja, antara lain The Colour Run serta berbagai kegiatan kreativitas remaja lainnya. Kemudian pada Tahun 2018 ini akan dijadwalkan penulisan hasil SDKI 2017, dimana laporan tersebut merupakan hasil seminar indikator utama kesehatan reproduksi remaja dan laporan akhir SDKI 2017.
Peluncuran buku Laporan Indikator Utama Kesehatan Remaja hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Remaja Internasional yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2018 dengan tema Safe Spaces For Youth, ujar Plt Kepala BKKBN.
Sigit melanjutkan, penerbitan hasil SDKI terdiri dari 3 komponen, yaitu komponen Wanita Usia Subur (WUS) sebagai komponen utama serta komponen kesehatan reproduksi remaja dan pria. Hasil lengkap dari komponen kesehatan reproduksi remaja ini akan diterbitkan bersama-sama dengan laporan akhir SDKI 2017 dalam waktu tidak lama lagi.
Menurut Sigit, penduduk berusia remaja akan menjadi kelompok usia produktif di tahun 2020-2030, mereka inilah yang akan menjadi penentu keberhasilan pembangunan di masa yang akan datang termasuk menentukan apakah Indonesia dapat menikmati bonus demografi dimana syarat utamanya tentulah mereka harus menjadi sumber daya yang sehat dan berkualitas.
Walaupun berbagai upaya telah kita lakukan, namun berbagai hasil survei dan penelitian menunjukkan masih adanya remaja dengan perilaku berisiko terhadap kesehatan, penting bagi kita semua untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan kemampuan, pungkas Sigit.