| Daftar
12 years on the market

Dashboard Interaktif
Menampilkan data berdasarkan indikator sesuai dengan kebutuhan.

quality service 24 hours

Crosstab Data
Menampilkan tabulasi silang perhitungan data survei.

High standards of service

Profil Wilayah
Menampilkan profil wilayah secara cepat dengan indikator pilihan.

fast shipment of products

Bank Data
Download raw data dengan format sesuai kebutuhan.

 


Sekilas Tentang SDKI

Aplikasi Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) berbasis web untuk menyediakan informasi secara rinci tentang penduduk, keluarga berencana dan kesehatan, bagi pembuat kebijakan dan pengelola program kependudukan dan kesehatan, dan menyajikan data mengenai perilaku fertilitas, keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, kematian ibu, dan pengetahuan tentang AIDS dan PMS yang dapat digunakan oleh para pengelola program, pengambil kebijakan, dan peneliti dalam menilai dan menyempurnakan program yang ada.
Serta menyediakan data dasar yang secara internasional dapat dibandingkan dengan negara - negara lain dan dapat digunakan oleh para pengelola program, pengambil kebijakan, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat umum dalam bidang fertilitas, KB, dan kesehatan

Publikasi dan Informasi

Administrator SDKI   2018-10-04 17:22:32

Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Naik (http://mediaindonesia.com)

PENGETAHUAN remaja tentang HIV/AIDS berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 meningkat bila dibandingkan dengan hasil SDKI 2012.
Dari survei yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) itu diketahui 92% dari 9.971 remaja perempuan usia 15 hingga 24 tahun memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS. Angka itu naik dari hasil SDKI 2012 yang hanya 89%.
Pada remaja laki-laki sebanyak 86% dari 12.612 orang berusia 15-24 tahun telah memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS, atau naik bila dibandingkan dengan SDKI 2012 yang hanya 85%. Jumlah terbesar remaja yang mengetahui tentang HIV/AIDS ada di perkotaan sebanyak 94,7% untuk perempuan dan 91% laki-laki, kata Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Eka Sulistia Ediningsih. (Put/H-1)


Administrator SDKI   2018-10-03 19:18:28

BKKBN Lakukan SDKI untuk Hasilkan Remaja Berkualitas (rri.co.id)

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kesehatan untuk melakukan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017.
Plt Kepala BKKBN Sigit Priohutomo  menjelaskan bahwa survei tersebut mencakup dari beberapa masyarakat yang dirancang khusus untuk mendapatkan informasi mengenai perilaku kelahiran, keluarga berencana, kesehatan ibu dan anak, kematian ibu dan anak serta pengetahuan tentang HIV/AIDS dan penyakit infeksi menular seksual.
Pelaksanaan survei mencakup pencacahan terhadap Rumah Tangga (RT) dan dengan 3 daftar pertanyaan individu yang terdiri dari Wanita Usia Subur (WUS) umur 15-49 tahun, Pria Kawin (PK) umur 15-54 tahun, dan Remaja Pria (RP) umur 15-24 tahun, jelas Sigit dalam keterangan yang diterima rri.co.id, Rabu (22/8/2018).
BKKBN juga telah melaksanakan berbagai kegiatan bagi para remaja, antara lain The Colour Run serta berbagai kegiatan kreativitas remaja lainnya. Kemudian pada Tahun 2018 ini akan dijadwalkan penulisan hasil SDKI 2017, dimana laporan tersebut merupakan hasil seminar indikator utama kesehatan reproduksi remaja dan laporan akhir SDKI 2017.
Peluncuran buku Laporan Indikator Utama Kesehatan Remaja hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Remaja Internasional yang jatuh pada tanggal 12 Agustus 2018 dengan tema Safe Spaces For Youth, ujar Plt Kepala BKKBN.
Sigit melanjutkan, penerbitan hasil SDKI terdiri dari 3 komponen, yaitu komponen Wanita Usia Subur (WUS) sebagai komponen utama serta komponen kesehatan reproduksi remaja dan pria. Hasil lengkap dari komponen kesehatan reproduksi remaja ini akan diterbitkan bersama-sama dengan laporan akhir SDKI 2017 dalam waktu tidak lama lagi.
Menurut Sigit, penduduk berusia remaja akan menjadi kelompok usia produktif di tahun 2020-2030, mereka inilah yang akan menjadi penentu keberhasilan pembangunan di masa yang akan datang termasuk menentukan apakah Indonesia dapat menikmati bonus demografi dimana syarat utamanya tentulah mereka harus menjadi sumber daya yang sehat dan berkualitas.
Walaupun berbagai upaya telah kita lakukan, namun berbagai hasil survei dan penelitian menunjukkan masih adanya remaja dengan perilaku berisiko terhadap kesehatan, penting bagi kita semua untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan kemampuan, pungkas Sigit.


Administrator SDKI   2018-10-03 18:05:19

Remaja Harus Menjadi Sumber Daya yang Sehat dan Berkualitas (https://nasional.sindonews.com)

Penduduk berusia remaja, menentukan apakah Indonesia dapat menikmati bonus demografi atau bencana demografi. Syarat utamanya adalah sumber daya yang sehat dan berkualitas. 
Menurut Sigit Priyohutomo, Plt. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), BKKBN telah mengembangkan berbagai program bagi remaja di bawah payung GenRe atau Generasi Berencana. GenRe dikembangkan dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja. 


Administrator SDKI   2018-10-02 19:25:46

56% Remaja Telah Melakukan Seks Pranikah; Adiksi Pornografi terhadap Penularan HIV/AIDS (Surat Kabar Suara Pembaruan tanggal 28 Agustus 2018)

Penularan HIV dan AIDS di Indonesia masih tergolong tinggi, terutama di usia produktif. Survei Litbang Kesehatan bekerjasama dengan Unesco menunjukan sebanyak 5,6% remaja Indonesia sudah melakukan seks pranikah. Survei skrining adiksi pornografi yang dilakukan di DKI Jakarta dan Pandeglang menunjukkan sebanyak 96,7% telah terpapar pornografi dan 3,7% mengalami adiksi pornografi. 
Secara fisiologis anatomis kecanduan pornografi lebih berbahaya dibandingkan kecanduan narkoba dan alkohol, jelas Eni Gustinah Direktur Kesehatan Keluarga  Kemkes pada peluncuran buku laporan Indikator Utama Kesehatan Remaja hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 oleh BKKBN di Jakarta baru-baru ini. 
Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo mengatakan prilaku remaja pada masa ini akan menentukan kualitas mereka kelak. BKKBN telah mengembangkan berbagai program bagi remaja yang dikenal dengan Genre atau Generasi Berencana.


Administrator SDKI   2018-10-02 18:48:27

Jumlah anak dalam keluarga berkurang (Surat Kabar Media Indonesia tanggal 23 Agustus 2018)

Jumlah anak rata-rata anak yang dilahirkan setiap perempuan (Total Fertility Rate/TFR) Indonesia pada 2017 menurun berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2017. 2,6 hasil SDKI 2012 menjadi 2,4 pada SDKI 2017. Penurunan tersebut menurut Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo, sesuai dengan target BKKBN yang ingin menekan angka TFR hingga 2,1 secara bertahap.

Daerah dengan angka TFR tertinggi ialah Nusa Tenggara Barat (NTT) yakni 3,4 dan daerah dengan TFR terendah ialah Bali dan jawa Timur dengan 2,1 anak.

BKKBN Terus mendorong agar tingkat usia pernikahan terus meningkat guna mencegah pernikahan anak.


Administrator SDKI   2018-02-13 14:26:50

Determinan Umur Kawin Pertama Rendah Pengaruh Kontak Petugas Dan Akses Informasi KB di Media

RPJMN 2010-2014 menetapkan sasaran yang harus dicapai BKKBN tahun 2014 yaitu Meningkatnya median umur kawin pertama dari 19.6 menjadi 21 tahun. Sementara hasil SDKI 2012 menunujukkan sebanyak 15 dari 33 provinsi yang median umur kawin pertama masih dibawah 20 tahun.